sendiri memang menyakitkan, yah menyakitkan.. dalam porsi yang tidak wajar tentunya..
sebab, kita adalah manusia, makhluk sosial..
dalam keadaan sepi, sendiri.. aku coba merangkai kata, dan jadilah..
sepi
Malam kembali hadirkan sepi..
Berteman hp kuCoba melawan sunyi ..
Tak tek tok kubuka opera mini..
Tak puas browsing sana sini..
ku pasang
handset putar musik hilangkan sepi..
Satu dua tiga lagu mengalun rapih..
perlahan tapi pasti, jemari mulai menari..
Meski dapat goyangkan jemari..
Tapi kenapa tak bisa hilangkan sepi
dihati?
Prustasi juga kulepaskan handset di telinga kiri..
ah,
Aku hanyut
dalam lamunku dan menyadari..
Hp yang sejatinya bisu ini tak akan
mungkin bisa hilangkan sepi sunyi di hati..
Aku butuh teman tuk
berbagi..
Sekedar duduk bersama sambil minum kopi..
Aku butuh hati tuk
kusayangi..
Sekedar bayangkan wajahnya yang menyejukkan hati..
by tirto
22 july 2014
nah, dari sini kita bisa belajar, memetik makna, bahwa hp, atau alat elektronik yang lain tidak akan bisa menggantikan seorang manusia.. secanggih apapun, sehebat apapun, mereka hanya benda mati.. tidak punya hati {jiwa},.
benarkah demikian? yah, dari pada debat sama anak biologi, lebih baik saya akhiri sajalah..
jangan menyesal telah membaca tulisan ini, karena
makna setiap kata, ada pada diri kita
tirto
life is study.. thank you